Berikut lima bahaya dari radiasi ponsel yang dapat mengganggu kesehatan
1. Mengganggu Kehamilan Anda
Dalam studi yang di kutip dari dailymail.co.uk paparan radiasi selama
kehamilan akan mempengaruhi perkembangan otak janin sehingga
menyebabkan hiperaktif. Penelitian ini dilakukan oleh Yale School of
Medicine. Radiasi yang dihasilkan dari ponsel pada waktu yang lama akan
memberikan efek buruk apalagi jika anda terbiasa meletakan ponsel di
dekat rahim anda.Studi yang dilakuakn wanita yang meletakan ponsel di
area tubuh fatal, termasuk rahim sebagai alat reproduksi wanita sehingga
akan mengganggu kerusakan sel sehingga menyebabkan keguguran pada usia janin 2 atau 3 bulan.
2. Memicu Kanker Payudara
Kebiasaan anda untuk meletakan ponsel di dalam saku baju ternyata
memicu adanya paparan radiasi sehingga mengembangkan sel sel kanker,
termasuk sel kanker payudara. Hal ini dipicu karena adanya radiasi
microwave yang akan memasuki jaringan-jaringan lemak pada payudara anda.
Sebaiknya anda meletakan ponsel di dalam tas atau dompet sehingga
menjauhkan pengaruh negatif dari radiasi terhadap kesehatan payudara
anda.
3. Menjadi Sering Lupa
Ketika anda sering menggunakan ponsel sehingga menelepon dalam waktu
berjam-jam sebaiknya anda pikirkan lagi, karena penelitian menemukan
adanya radiasi yang dipacarkan oleh ponsel akan mengganggu daya ingat
anda. Ketika anda menggunakan ponsel langsung tanpa bantuan headseat
maka telinga anda akan terpapar langsung dengan radiasi. Ketika anda
memang diharuskan untuk menggunakan ponsel dalam waktu lama, disarankan
menggunakan headseat atau loadspeaker.
4. Memicu Kanker Otak
Anda sering menggunakan ponsel sehingga suhu dari ponsel anda
berubah, itulah saat terburuk dari ponsel anda. Radiasi ponsel
dikategorikan zat karsinogenik yang dapat memicu kanker otak. Penelitian
menemukan adanya peningkatan glioma dan resiko terhadap kanker otak
akustik neuroma bagi anda yang menggunakan menggunakan ponsel dalam
waktu yang lama.
5. Melahirkan anak Hiperaktif
Sebenarnya tidak ada larangan untuk anda menggunakan ponsel ketika
kehamilan sedang berlangsung , akan tetapi untuk anda yang sedang hamil
dan sangat sering menggunakan ponsel hingga menghabiskan waktu seharian,
akan menimbulkan resiko anak dengan masalah tingkah laku. Apabila bayi
anda sudah mengalami hiperaktif maka dikhawatirkan akan mengganggu
proses pemahaman dan emosi di sekolahnya. Penelitian lain menunjukan
adanya kemungkinan memicu kanker akubat terstimulasi dengan penggunaan
ponsel pada anak-anak, terlebih jika anak anda sudah mulai memainkan
ponsel dan menerima pengaruh buruk dari radiasinya. Sebaiknya untuk anda
membatasi penggunaan ponsel bagi anak-anak sehingga tidak menggangu
jaringan otak yang masih rentan dalam masa perkembangan. Meskipun sampai
saat ini masih dilakukan penelitian yang lebih lanjut terhadap pengaruh
radiasi (ponsel) terhadap kesehatan. Tidak ada salahnya anda bijaksana
dalam menggunakan ponsel, jauhkan ponsel anda di bagian tubuh yang fatal
,jantung, alat reproduksi, payudara, ginjal dll. Hingga mampu
meminalisir kemungkikan terburuk dari ponsel.
Selasa, 11 Maret 2014
Belajar Fisika Secara Asyik ^_^
FISIKA ITU MUDAH
Bagi sebagian siswa/mahasiswa, belajar fisika itu
menyenangkan dan tidak sedikit yang menganggap pelajaran fisika sebagai
pelajaran super sulit, bahkan ada siswa yang menyebutkan sebagai pelajaran
palingmenakutkan, apalagi kalau gurunya
/ Dosennya killer, serem, berkumis tebal, jarang senyum, dll. Belajar
fisika pada dasarnya sama dengan belajar mata pelajaran lain, belajar fisika
bisa mudah dan menyenangkan.
Berikut beberapa tips agar
belajar fisika bisa lebih mudah atau minimal kelihatan mudah :
1.Baca dan pahami materi yang akan dipelajari
2.Cari materi penghubung dan pendukung
materi yang akan dipelajari.
3. Pahami rumus, bukan hapalkan rumus.
4.Pelajari materi dasar sebelum ke materi pokok.
5.Mudah dengan
banyak berlatih.
6.“Ini sulit,
tapi Insya Allah saya bisa”, bukan “Ini Insya Allah saya bisa, tapi sulit’.
7.Sayangi guru/Dosen
& jangan benci.
Anggaplah fisika itu mudah dan menyenangkan seperti
halnya kamu membaca Novel, komik, cerpen dll. Selalu optimislah dengan
mengucapkan FISIKA AKU BISA insyaAllah Allah akan memberi kemudahan karean
Allah mengabulkan apa yang ada dalam hati hambaNya. Moga bermanfaat bagi kalian
semua, Amin.
Ananda
berharap Ibu dalam keadaan sehat dan selalu di lindungi oleh allah SWT
Sebelum membaca
surat ini ada baiknya Ibu mencium bunga mawar pemberian dari Ananda
Meski Ananda
jauh darimu namun Ananda akan mengharumkan nama keluarga kita dengan ilmu yang
bermanfaat,seperti bunga mawar yang selalu menyebarkan keharumannya sehingga
indah di lihat,harum di cium dan menyejukkan hati. Mudah-mudahan dengan surat
ini dapat menyejukkan hati,pengobat rasa rindu ibu maupun Ananda yang jauh dari pelupuk mata ini.
Ibu...
Atas
kehendakNya melalui engkaulah diriku yang lemah ini mulai melihat dunia. Si
kecil yang masih merah dan lemah engkau rawat dengan penuh kasih sayang. Semua
hal terbaik dicurahkan sepenuh hati.
Kau timang
dengan senyum, kau temani sepanjang waktu, kau isi waktunya dengan hal
penuh manfaat. Saat ku lapar dan haus, engkau kan menyuapiku makan dan minum Saat
dingin menerpa, kau hangatkan suasana penuh keceriaan
Saat ku menangis, engkau kan menenangkanku dalam dekapmu
Ketika ku
mulai belajar merangkak, engkau dengan sabar menjaga
Ketika ku
mulai belajar berbicara,engkau dengan sabar mengenalkan bahasa tutur kata
Ketika ku
mulai berjalan, engkau dengan sabar mengawasi dan memotivasi serta menolong
ketika jatuh
Sering Ananda
merepotkan dengan kenakalan khas anak kecil. Namun dengan penuh rasa kebapakkan
dan keibuan engkau tetap sayang dan menasihatiku dengan sikap dan tutur kata
yang bijaksana. Memang saat itu Ananda kurang begitu paham, namun seiring
berjalannya waktu kupahami semua itu. Dulu merasa terpaksa kala diminta
belajar, namun sekarang kau jadikanku haus akan ilmu. Dulu enggan ketika
diminta beribadah, namun kau jadikanku paham kewajiban utama itu sangatlah
penting. Dan alhamdulillah kudapatkan nikmat anugerah terindah pemahaman yang lurus sesuai manhaj generasi terbaik.
Nikmat yang Ananda sangat ingin kenyam bersama kalian berdua.
Tapi saat
ini kau lewati hari-harimu dengan sendirinya tanpa sosok seorang Ayah lagi
karena Ayah telah meninggalkan kita untuk selamanya. Dan dihari Ibu ini kau
sendiri tanpa di temani Ayah yang biasanya ada di sampingmu . Tapi harus
bagaimana memang itu rencana dari Allah,kita hanya bisa mendo’akan Ayah agar
tenang dialam sana dan semoga Ayah di masukkan di surga Jannah . Ananda selalu
berdoa untuk Ayah dan berdoa untuk Ibu agar Allah selalu memberi kesehatan yang
baik untuk Ibu. Dan Ibu harus janji jaga kesehatan,karena Ananda takut jika
harus kehilangan Ibu. Ananda takut jika nanti tidak ada orang yang bisa
mengerti Anandamu ini,seperti Ibu yang selalu mengerti Ananda. Tapi kau tetap
tegar menjalaninya dengan sendiri,maafkan Ananda,yang memilih jauh darimu semua
ini Ananda lakukan untuk masa depan kita nanti. Sesuai dengan janji Ananda,Ananda
akan menjadi orang yang sukses kelak nanti.
Meski
keluarga Ayah tidak senang dengan Ananda
yang jauh dari Mu. Yang takut jika Ananda sukses nanti,Ananda tidak peduli
dengan hal itu,Ananda tetap akan melanjutkan cita-cita. Ananda tidak mengerti
apa mau mereka,Ananda berpikir kalau mereka hanya ingin kita begini terus
dengan hidup yang sederhana. Yang ingin selalu menjatuhkan kita.yang tidak
ingin melihat kita senang,jika kita senang mereka sibuk bagaimana caranya
menjatuhkan kita,jika kita susah mereka yang seharusnya membantu kita malah
mereka yang senang. Tapi Ibu jangan takut selama kita masih dalam lindungan
Allah,insya Allah Allah akan menjaga kita dari orang-orang yang berniat jahat.
Ibu ..
Walaupun kau
jauh dari pelupuk mata ini tapi kau akan selalu ada di hatiku,karena bagiku tidak
ada yang bisa menggantikan posisimu.
Ibu…
Atas
jasa-jasamu aku menjadi pribadi yang ada saat ini. Ketidaktahuan engkau ubah
menjadi berpengetahuan. Kelemahan engkau ubah menjadi kekuatan untuk lebih
baik. Kekanakan engkau ubah menjadi kedewasaan.
Anakmu ini
sungguh sangat banyak berhutang budi. Sekiranya seluruh harta, jiwa, dan raga
kuserahkan semua tak kan mampu membalas. Semua orang tahu bahwa segala sesuatu
yang dilakukan dan diberikan pada anak oleh orangtua ikhlas diberikan sepenuh
hati. Semua orang juga tahu bahwa orang tua selalu mendo’akan kebaikan untuk
anaknya. Sungguh kebaikan Ayah dan Ibu tiada tara. Maka dari itu
kuberusaha membahagiakan dan membuat bangga engkau memiliki Ananda. Maka dari
itu Ananda do’akan semoga semua kebaikan
yang telah diberikan kepadaku ini mendapat balasan indah dari Allah ta’ala di
dunia ini. Maka dari itu Ananda do’akan jua ditemani tetesan airmata ini,
semoga Ibu dimasukkan ke Jannah Firdausnya kelak… Amin
Inilah surat
yang mampu Ananda tulis. Surat yang sederhana karena lidah ini kelu tak mampu
berucap lagi. Surat yang sederhana karena tangan ini tak mampu lebih lama lagi
menggoreskan kata karena tidak sanggup menahan tetesan air mata ini yang terus mengalir karena rindu
akan dirimu . Surat yang memang tak pernah Ananda serahkan secara langsung
karena rasa malu Ananda yang yakin tak bisa membalas segala yang telah
diberikan. Surat yang tak tahu apakah Ibu akan membaca.
Ibu ....
Ananda akan
pulang dengan membawa ilmu yang bermanfaat untuk Ananda maupun orang lain
Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena
berkat rahmat-Nya saya bisa
menyelesaikan makalah yang berjudul “faktor penyebab anak putus sekolah”.
Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Dasar Dasar Mipa.
Makalah ini
masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan
makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi anak didik dan
masyarakat tentang pentingnya pendidikan.
DAFTAR ISI
Halaman judul
Kata pengantar.............................................................................................i
Daftar isi......................................................................................................ii
BAB 1 PENDAHULUAN..........................................................................1
DAFTAR PUSTAKA................................................................................iii
BAB 1
PENDAHULUAN
Indonesia kian tahun kian menurun tingkat kecerdasan SDM. Hal ini
disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya tingkat pergaulan yang semakin
bebas, hampir tanpa ada norma atau ikatan yang mengikat suatu pergaulan. Dalam pergaulan bebas ini banyak sekali dampak sosial yang bersifat
negatif. Salah satu contoh yaitu banyaknya pelajar perempuan yang hamil di luar
nikah. Ketika seorang gadis hamil di luar nikah ada kecenderungan pada dirinya
untuk mengucilkan dirinya sendiri sehingga karena merasa terkucil akibat hamil
di luar nikah pendidikanpun terhambat.
Oleh karena itu peran orang
tua dalam mengontrol pergaulan anak-anaknya sangatlah penting demi masa depan
anak-anaknya dan bangsa ini. Maksudnya bukan berarti orang tua harus selalu
mengikuti kemana saja anaknya pergi bergaul, melainkan dengan jalan memberikan
pengetahuan tentang batasan-batasan dalam bergaul dan memberitahukan akibat
dari pergaulan yang bebas. Selain itu orang tua juga dapat membatasi jam
bergaul anak dan membekali anak dengan pendidikan agama berupa iman. Membatasi
jam bergaul anak bukan berarti mengekang anak untuk tidak bergaul melainkan
dapat dilakukan dengan jalan menerapkan pada anak tentang kedisiplinan. Seorang
anak harus tahu dan mengerti kapan saatnya bergaul atau bermain dan kapan
saatnya belajar. Jangan sampai seorang anak kurang pergaulan juga jangan sampai
anak terlalu sering bergaul hingga melupakan saat belajarnya. Sebagai orang tua
harus mengontrol anaknya sehingga jam untuk belajar lebih banyak dari pada
bermain, dengan catatan istirahat juga harus diutamakan. Mungkin sebagian orang
tua sudah menerapkan hal-hal tersebut, namun pada kenyataannya masih juga ada
anak yang lolos dari pengawasan orang tua. Sebagai contoh misalnya seorang anak
meminta izin orang tua untuk pergi les. Sebagai orang tua yang baik tidak
mungkin melarang anaknya untuk pergi les. Tapi faktanya anak tersebut tidak
benar-benar pergi ke tempat les melainkan bermain dengan teman-temannya. Hal
yang terjadi seperti demikian apakah karena anak yang lebih senang bermain dari
pada belajar ataukah salah orang tua dalam mendidik anak? Bagaimanakah kita
menyikapinya?
1.2RUMUSAN
MASALAH
Faktor apa
yang menyebabkan anak putus sekolah?
1.3TUJUAN
mengetahui faktor-faktor apa
saja yang menyebabkan anak putus sekolah
BAB II
PEMBAHASAN
Kalau
kita melihat mengapa anak putus sekolah tentunya tidak akan terlepas oleh
beberapa hal yang mempengaruhi sehingga tidak bisa menyelesaikan sekolah. Wajar
saja terjadi karena anak dihadapkan oleh beberapa kendala baik yang datang dari
diri sendiri maupun maupun yang datang dari luar diri anak yaitu lingkungan.
Hal-hal
yang mempengaruhi anak itu antara lain adalah latar belakang pendidikan orang
tua,lemahnya ekonomi keluarga,kurangnya minat anak untuk sekolah,kondisi
lingkungan tempat tinggal anak,serta pandagan masyarakat terhadap pendidikan.
1.Latar
Belakang Pendidikan Orang tua
Pendidikan
orang tua yang hanya tamat sekolah dasar palagi tidak tamat sekolah dasar,hal
ini sangat berpengaruh terhadap cara berpikir orang tua untuk menyekolahkan
anaknya,dan terhadap cara berpikir orangtua untuk menyekolahkan anaknya,dan
cara pandangan orangtua tentu tidak sejauh dan seluas orangtua yang
berpendidikan lebih tinggi.
Orangtua yang hanya tamat
sekolah dasar atau tidak tamat cenderung kepada hal-hal tradisional dan kurang
menghargai arti pentingnya pendidikan. Mereka menyekolahkan anakknya hanya sebatas
bisa membaca dan menulis saja,karena mereka beranggapan sekolah hanya membuang
waktu,tenaga dan biaya,mereka juga
beranggapan terhadap anak lebih baik ditujukan kepada hal-hal yang nyata bagi
mereka,lagi pula sekolah harus melalui seleksi dan ujian yang di tempuh dengan
waktu yang panjang dan amat melelahkan. Walaupun ada orangtua yang pendidikannya
tidak tamat sekolah dasar namun anaknya bisa menjadi sarjana tetapi hal ini
jarang sekali.
Latar belakang
pendidikan orangtua yang rendah merupakan suatu hal yang mempebgaruhi anak
sehingga menyebabkan anak menjadi putus sekolah dalam usia sekolah. Akan tetapi
ada juga orang tua yang telah mengalami dan mengenyam pendidikan sampai
ketingkat lanjutan dan bahkan sampai perguruan tinggi tetapi anaknya masih saja
putus sekolah,maka dalam hal ini kita perlu memgkaitkannya dengan minat anak
itu sendiri untuk sekolah.
2.
Lemahnya Ekonomi Keluarga
Kurangnya
pendapatan keluarga menyebabkan orangtua terpaksa bekerja keras mencukupi
kebutuhan pokok sehari-hari,sehingga pedidikan anak kurang terperhatikan dengan
baik dan bahkannmembantu orangtua dalam mencukupi keperluan pokok utuk makan
sehari-hari misalnya anak membantu
orangtua kesawah karena dianggap meringankan beban orangtua,anak diajak ikut
orangtua ketem[at kerja yang jauh dan meninggalkan sekolah dalam wktu yang
cukup lama.Dan apalagi yang menjadi buruh tanpa tujuan untuk membantu pekejaan
orangtua,setelah merasa enaknya membelanjakan uang hsil usaha sendiri akhirnya
tidak terasa sekolahnya ditinggalkan begitu saja,anak perempuan disuruh
mengasuh adiknya diwaktu ibu sibuk bekerja.
Hal-hal tersebut diatas
sangat mempengaruhi anak dalam mecapai suksesnya bersekolah. Pendapat keluarga
yang serba kekurangan juga menyebabkan kurangnya perhatian orangtua terhadap
anak karena tiap harinya hanya memikir bagaimana caranya agar keperluan
keluarga bisa ter penuhi apalagi harus meninggalkan keluarga untuk berusaha
menempuh waktu berbulan-bulan bahkan kalau sampai tahunan,hal ini tentu
pendidikan anak terabaikan.
Lemahnya ekonomi
keluarga juga karena banyaknya jumlah anggota keluarga yang menyebabkan kepala
keluarga menjadi sibuk untuk mecukupi keperluan keluarga dan juga menyebabkan
kurangnya perhatian orangtua terhadap pendidikan anak-anaknya.
3.
Kurangnya Minat Anak untuk Bersekolah
Yang meyebabkan anak putus
sekolah bukan hanyadisebabkan latar
belakang pendidikan orangtua,juga
lemahnya ekonomi keluarga tetapi juga datang dari dirinya sendiri yaitu
kurangnya minat anak untuk bersekolah atau melanjutkan sekolah.
Anak usia wajib belajar
semestinya menggebu-gebu ingin menuntut ilmu pengetahuan namun karena sudah
terpengaruh oleh lingkungan yang kuranmg baik terhadap perkembangan pendidikan
anak,sehingga minat anak untuk bersekolah kurang mendapat perhatian sebagaimana
mestinya,adapun yang menyebabkan anak kurang berminat untuk bersekolah adalah :
anak kurang mendapat perhatian dari orangtua terutama tentang
pendidikannya,juga karena kurangnya orang-orang terpelajar sehingga yang
mempengaruhi anak kebanyakan adalah orang yang tidak sekolah sehingga minat
anak untuk sekolah sangat kurang.
Anak seusia wajib belajar sudah
kenal mengenal bahkan sudah mampu untuk mencari uang terutama untuk
keperkuannya sendiri seperti jajan dll. Hal ini tentu akan mempengaruhi
terhadap cara dan sikap anak dalam bertindak dan berbuat. Karena sudah mencari
uang sendiri dan merasakan enaknya membelanjakan uang akhirnya tanpa
terasasekolah ditinggalkan begitu saja.
Sekolah harus belajar dengan
sungguh-sungguh dan anak berada disekolah hampir setengah hari penuh tanpa
sedikitpun menghasilkan uang dan bahkan harus mengeluarkan uang karena
keperluan sekolah dan jajan secukupnya. Hal ini yang menyebabkan mereka malas
untuk bersekolah.Selain itu tinggi rendahnya minat untuk meneruskan sekolahnya
juga dipengaruhi oleh prestasi belajar anak itu sendiri. Anak yang berpresatsi
belajarnya rendah,tentu tidak naik kelas. Artinya anak tatap tinggal
dikelas,dengan harapan agar dia dapat meningkatkan presatasinya.
Anak didik yang gagal
dalam belajar dan tidak naik kelas ada dua kemungkinan yang terjadi pada
dirinya. Pertama dia akan merasa malu terhadap teman-teman dan dan guru
disekolah karena ia tidak bisa seperti teman-temannya,maka ia malas pergi
kesekolah. Kedua yaitu kegagalan dalam belajar akan menjadi cambuk baginya
untuk belajar lebih giat dan rajin agar agar dapat menandingi teman-temannya
dan kalau bisa lebih baik/tinggi dari teman-temannya semula.
Tetapi sangat
disayangkam,kemungkinan yang kedua ini jarang terjadi pada diri anak didik.
Yang sering terjadi adalah kemungkinan pertama ,bila gagal dalam belajar maka
anak akan malas pergi kesekolah dan meninggalkan sekolahnya yang belum selesai.
4.
Kondisi Tempat Tinggal Anak
Lingkungan
tempat tinggal anak adalah salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya
kegiatan dan proses belajar/pendidikan. Oleh sebab itu seyogyanya lingkungan
tempat tinggalanak atau lingkungan masyarakat ini dapat berperan dan ikut serta
di dalam membina kepribadian anak-anak kearah yang lebih positif.
Untuk membina anak kearah yang lebih positif dan
bermanfaat adalah denganadanya saling berhubungan satu dengan yang
lainnya,sehingga anak timbul saling pengaruh dengan proses pendidikan akan
berjalan dengan lancar dan baik.
Adanya saling kontak dan berhubungan memang sangat
baik, karena akan membuka wawasan pikiran kearah yang lebih maju,membantu
kegiatan belajar dll. Itu kalau kita lihat dari segi positifnya. Tetapi
sebaliknya berhubungan juga akan menimbulkan hal-hal yang negatif bila si anak
akan terpengaruh kepada hal-hal yang kurang baik,dalam hal akan mengakibatakan
kegagalan dalam sekolah.
Pengaruh-pengaruh yang negatif inilah yang harus
kita hilangkan didalam masyarakat dengan begitu akan membantu suksesnya
pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah.lingkungan tempat tinggal atau
lingkungan masyarakat,kawan sepergaulan,juga ikut serta memotivasi terlakasana
kegiatan belajar anak.
a.Suasana lingkungan
suasana lingkungan sebenarnya
sangat mempengaruhi proses belajar mengajar bagi anak. Lingkungan yang
tenteran,nyaman,damai akan mempunyai pengaruh yang baik kepada anak. Sebaliknya
lingkungan yang ribut,tidak aman,hingar bingar akan menimbulkan pengaruh yang
negatif terhadap kelangsungsn proses belajar
anak di sekolah.
Adanya suasana lingkungan
masyarakat yang kurang baik, akan mengganggu anak dalam belajar dan secara
langsung akan mempengaruhi prestasi belajar yang diperoleh disekolah. Bisa juga
disebabkan suasana yang ribut tapi menyenangkan hati anak,akan akan terpengaruh
dan ikut serta di dalamnya dan ia lupa bahwa dirinya seorang pelajar.
Seorang pelajar tidak pantas melakukan hal-hal yang
negatif,karena akan merugikan,tugas pelajar adalah belajar,agar suatu hari nati
menjadi orangyang bermanfaat bagi banyak orang.
b.
kawan sepergaulan
kita
sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri,karena kita membutukan manusia
yang lain. Kebanyakan manusia bila mencari teman yang sebanding dengannya,
maksudnya kalau anak berteman dengan anak orangtua dengan orang tuatua pula.
Karena hal ini didasari oleh adanya persamaan-persamaan antara individu yang
satu dengan individu yang lain.
Bagaimanapun
juga adanya pergaulan ini mempunyai
pengaruh terhadap sikap,tingkah laku,dsn cara bertindak dan lain sebagainya
darin setiap individu. Dimana pengaruh tersebut ada yang bersifat positif dan
ada puloa yang bersifat negatif.
1.Yang
bersifat positif
Bergaul dan berteman dengan orang yang
berpendidikan dan berilmu pengetahuan yang lebih dari kit,akan mendapatkan
manfaat kapada kita khususnya,dan akn membantu dan memotivasi kita dalam belajr
menuntut ilmu. Bila kita menemui kesulitan akan mudah bertanya/minta bimbingan
kepada mereka yang lebih tahu.
Selain itu,bergaul dengan orang yang
berpengetahuan juga mendatangkan ketentraman,karena diri kita bisa merasa dapat
di terima oleh lingkungan dimana kita tinggal. Dengan demikian terjalin kerja
sama bantu membantu antara sesamanya didalam mensukseskan
pembangunan,khususnya dalam bidang
pendidikan.
2.Yang
bersifat negatif
Bergaul dengan orang
abik bisa mendatangkan pengaruh positif
dan negatif.
Pengaruh negatif tersebut antara lain :
· Bila seorang anak didik mempunyai kawan
sepergaulan nrata-rata tidaksekolah,maka sedikit banyaknya akan mempengaruhi
kepada si anak. Khususnya yang berhubungan dengan klangsungan dan kelancaran
pendidikan anak disekoakh,atau akan mengganggu belajar anak dirymah, seperti
kawannya mengajk jalan-jalan,ngbrol-ngobrol dll hingga tidak ingat waktu
belajar.
·Bila anak didik bergaul dengan anak yang
tidak bermoral/akhlak yang tidak baik,pada suatu saat nanti akan terpengaruh
dan turu melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik,disebabkan setia kawan
dll yang dapat menjerumus anak didik. Dan akhirnya akan mengganggu pelajar di
sdekolah,kemudian putus sekolah.
5. pandangan
masyarakat terhadap pendidikan
Pandangan
masyarakat terhadap pendidikan juga berpengaruh terhadap keberhasialan anak
dalam menempuh pendidikan di bangku sekolah.
Pandangan masyarakat yang maju tentu berbeda dengan
masyarakat yang keterbelakangan dan tradisional, masyarakat yang maju tentu
pendidikan mereka majumpula,demikian pula ank-anak mereka akan menjadi
bertambah maju pula pendidikannya dibandingkan dengan orangtua mereka.
Maju
mundurnya suatu masyarakat,bangsa dan negara juga ditentukan dengan maju
mundurnya pendidikan yang dilaksanakan.
Pada umumnya masyarakat yang terbelakang atau masyarakat
tradisional mereka kurang memahami arti pentingya pendidikan,sehingga
kebanyakan anak-anak mereka tidak sekolah dan kalayu sekolah kebanyakan putus
di tengah jalan.
Hal
tersebut bisa terjadi karena mereka beranggapan sekolah sangat sulit,merasa tidak
mampu,mempengaruhi,buang waktu banyak,lebih baik baik bekerja sejak anak-anak
ajakan membantu orangtua,tujuan sekolah sekedar bisa membaca dan menulis,juga
karaean anggapan mereka tujuan akhir dari sekolah adalah untuk menjadi pegawai
negeri,hali ni tentu karena kurang memahami arti,fungsi,dan tujuan pendidikan
nasional.
Masyarakat yang tradisional kalu mereka memahami
fungsi dan tujuan pendidikan nasional pada akhirnya akan menjadi masyarakat
yang maju dan berkembang.
Masyarakat
yang terpencil atau masyarakat yang tradisional juga beranggapan bahwa sekolah
itu pada dasarnya sedikit sekali yang sesuai dengan kehendak mereka,misalnya
begitu tamat sekolah langsung mendapatkan pekerjaan,sekolah hendaknya tidak
memerlukan biaya yang banyak,dan tidak memerlukan waktu yang sama.
Hal
tersebut ada hubungan dengan pendapat seorang ahli sosiologi yang bernama
Surjadi,A.dalam bukunya yang berjudul pembangunan masyarakat
pedesaan,mengemukakan”sekolah itu pada intinya merupakan lembaga asing yang
sedikit saja relevansinya langsung dengan kegiatan masyarakat”.
Mungkin
kalau pendidikan itu sesuai dengan kehendak mereka maka masyarakatpun juga akan
mendukungnya,namun semua itu hanya keinginan mereka tanpa harus berjuang dan
berusaha secara semaksimal.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Adapun
faktor yang menyebabkan anak putus sekolah adalah :
1.Latar belakang pendidikan orang tua
2.Lemahnya ekonomi keluarga
3.Kurangnya minat anak untuk bersekolah
4.Kondisi tempat tinggal anak
5.Pandangan masyarakat terhadap pendidikan
3.2 SARAN
Mengingat
masih rendahnya pendidikan indonesia, untuk itu kita sebagai penerus bangsa
hendaknya lebih giat lagi belajar dan berbagi ilmu yang bermanfaat untuk orang
lain dan menyadari pentingnya pendidikan ,karena dengan pendidikanlah kita bisa
mengeluarkan ide-ide yang kreatif,melakukan hal yang tidak tahu menjadi tahu.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2001.faktor penyebab anak putus sekolah.http://
faktor penyebab anak