Rabu, 02 Januari 2013

surat kecil untuk ibu

-->
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ibu…
Ananda berharap Ibu dalam keadaan sehat dan selalu di lindungi oleh allah SWT
Sebelum membaca surat ini ada baiknya Ibu mencium bunga mawar pemberian dari Ananda
Meski Ananda jauh darimu namun Ananda akan mengharumkan nama keluarga kita dengan ilmu yang bermanfaat,seperti bunga mawar yang selalu menyebarkan keharumannya sehingga indah di lihat,harum di cium dan menyejukkan hati. Mudah-mudahan dengan surat ini dapat menyejukkan hati,pengobat rasa rindu ibu  maupun Ananda yang jauh dari pelupuk mata ini.
Ibu...
Atas kehendakNya melalui engkaulah diriku yang lemah ini mulai melihat dunia. Si kecil yang masih merah dan lemah engkau rawat dengan penuh kasih sayang. Semua hal terbaik dicurahkan sepenuh hati.
Kau timang dengan senyum, kau  temani sepanjang waktu, kau isi waktunya dengan hal penuh manfaat. Saat ku lapar dan haus, engkau kan menyuapiku makan dan minum Saat dingin menerpa,  kau hangatkan suasana penuh keceriaan
Saat ku menangis, engkau kan menenangkanku dalam dekapmu
Ketika ku mulai belajar merangkak, engkau dengan sabar menjaga
Ketika ku mulai belajar berbicara,engkau dengan sabar mengenalkan bahasa tutur kata
Ketika ku mulai berjalan, engkau dengan sabar mengawasi dan memotivasi serta menolong ketika jatuh
Sering Ananda merepotkan dengan kenakalan khas anak kecil. Namun dengan penuh rasa kebapakkan dan keibuan engkau tetap sayang dan menasihatiku dengan sikap dan tutur kata yang bijaksana. Memang saat itu Ananda kurang begitu paham, namun seiring berjalannya waktu kupahami semua itu. Dulu merasa terpaksa kala diminta belajar, namun sekarang kau jadikanku haus akan ilmu. Dulu enggan ketika diminta beribadah, namun kau jadikanku paham kewajiban utama itu sangatlah penting. Dan alhamdulillah kudapatkan nikmat anugerah terindah pemahaman  yang lurus sesuai manhaj generasi terbaik. Nikmat yang Ananda sangat ingin kenyam bersama kalian berdua.
Tapi saat ini kau lewati hari-harimu dengan sendirinya tanpa sosok seorang Ayah lagi karena Ayah telah meninggalkan kita untuk selamanya. Dan dihari Ibu ini kau sendiri tanpa di temani Ayah yang biasanya ada di sampingmu . Tapi harus bagaimana memang itu rencana dari Allah,kita hanya bisa mendo’akan Ayah agar tenang dialam sana dan semoga Ayah di masukkan di surga Jannah . Ananda selalu berdoa untuk Ayah dan berdoa untuk Ibu agar Allah selalu memberi kesehatan yang baik untuk Ibu. Dan Ibu harus janji jaga kesehatan,karena Ananda takut jika harus kehilangan Ibu. Ananda takut jika nanti tidak ada orang yang bisa mengerti Anandamu ini,seperti Ibu yang selalu mengerti Ananda. Tapi kau tetap tegar menjalaninya dengan sendiri,maafkan Ananda,yang memilih jauh darimu semua ini Ananda lakukan untuk masa depan kita nanti. Sesuai dengan janji Ananda,Ananda akan menjadi orang yang sukses kelak nanti.
Meski keluarga Ayah  tidak senang dengan Ananda yang jauh dari Mu. Yang takut jika Ananda sukses nanti,Ananda tidak peduli dengan hal itu,Ananda tetap akan melanjutkan cita-cita. Ananda tidak mengerti apa mau mereka,Ananda berpikir kalau mereka hanya ingin kita begini terus dengan hidup yang sederhana. Yang ingin selalu menjatuhkan kita.yang tidak ingin melihat kita senang,jika kita senang mereka sibuk bagaimana caranya menjatuhkan kita,jika kita susah mereka yang seharusnya membantu kita malah mereka yang senang. Tapi Ibu jangan takut selama kita masih dalam lindungan Allah,insya Allah Allah akan menjaga kita dari orang-orang yang berniat jahat.
Ibu ..
Walaupun kau jauh dari pelupuk mata ini tapi kau akan selalu ada di hatiku,karena bagiku tidak ada yang bisa menggantikan posisimu.
Ibu…  
Atas jasa-jasamu aku menjadi pribadi yang ada saat ini. Ketidaktahuan engkau ubah menjadi berpengetahuan. Kelemahan engkau ubah menjadi kekuatan untuk lebih baik. Kekanakan engkau ubah menjadi kedewasaan.
Anakmu ini sungguh sangat banyak berhutang budi. Sekiranya seluruh harta, jiwa, dan raga kuserahkan semua tak kan mampu membalas. Semua orang tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan dan diberikan pada anak oleh orangtua ikhlas diberikan sepenuh hati. Semua orang juga tahu bahwa orang tua selalu mendo’akan kebaikan untuk anaknya. Sungguh kebaikan Ayah dan Ibu tiada tara. Maka dari itu  kuberusaha membahagiakan dan membuat bangga engkau memiliki Ananda. Maka dari itu Ananda do’akan  semoga semua kebaikan yang telah diberikan kepadaku ini mendapat balasan indah dari Allah ta’ala di dunia ini. Maka dari itu Ananda do’akan jua ditemani tetesan airmata ini, semoga Ibu dimasukkan ke Jannah Firdausnya kelak… Amin
Inilah surat yang mampu Ananda tulis. Surat yang sederhana karena lidah ini kelu tak mampu berucap lagi. Surat yang sederhana karena tangan ini tak mampu lebih lama lagi menggoreskan kata karena tidak sanggup menahan tetesan  air mata ini yang terus mengalir karena rindu akan dirimu . Surat yang memang tak pernah Ananda serahkan secara langsung karena rasa malu Ananda yang yakin tak bisa membalas segala yang telah diberikan. Surat yang tak tahu apakah Ibu akan membaca.
Ibu ....
Ananda akan pulang dengan membawa ilmu yang bermanfaat untuk Ananda maupun orang lain
Ibu...
Ku mencintaimu karena Allah
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ananda

TRI SESWANTI















’;

faktor penyebab anak putus sekolah

-->
MAKALAH
DASAR DASAR MIPA
FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH





NAMA                          :    TRI SESWANTI
NIM                               :    A1C311047




          DOSEN PENGAMPU : Dra. Jufrida.M,si
                                       


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2012/2013




KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan  kehadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya saya  bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “faktor penyebab anak putus sekolah”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Dasar Dasar Mipa.
Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya  mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi anak didik dan masyarakat tentang pentingnya pendidikan.


 DAFTAR ISI

Halaman judul
Kata pengantar.............................................................................................i
Daftar isi......................................................................................................ii
BAB 1 PENDAHULUAN..........................................................................1
1.1  Rumusan Masalah.....................................................................2
1.2   Tujuan .....................................................................................2
BAB II  PEMBAHASAN...........................................................................3
            Faktor yang menyebabkan anak putus sekolah
BAB III PENUTUP...................................................................................8
            3.1 kesimpulan...............................................................................8
            3.2 saran.........................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA................................................................................iii













              BAB 1
 PENDAHULUAN
Indonesia kian tahun kian menurun tingkat kecerdasan SDM. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya tingkat pergaulan yang semakin bebas, hampir tanpa ada norma atau ikatan yang mengikat suatu pergaulan. Dalam pergaulan bebas ini banyak sekali dampak sosial yang bersifat negatif. Salah satu contoh yaitu banyaknya pelajar perempuan yang hamil di luar nikah. Ketika seorang gadis hamil di luar nikah ada kecenderungan pada dirinya untuk mengucilkan dirinya sendiri sehingga karena merasa terkucil akibat hamil di luar nikah pendidikanpun terhambat.
Oleh karena itu peran orang tua dalam mengontrol pergaulan anak-anaknya sangatlah penting demi masa depan anak-anaknya dan bangsa ini. Maksudnya bukan berarti orang tua harus selalu mengikuti kemana saja anaknya pergi bergaul, melainkan dengan jalan memberikan pengetahuan tentang batasan-batasan dalam bergaul dan memberitahukan akibat dari pergaulan yang bebas. Selain itu orang tua juga dapat membatasi jam bergaul anak dan membekali anak dengan pendidikan agama berupa iman. Membatasi jam bergaul anak bukan berarti mengekang anak untuk tidak bergaul melainkan dapat dilakukan dengan jalan menerapkan pada anak tentang kedisiplinan. Seorang anak harus tahu dan mengerti kapan saatnya bergaul atau bermain dan kapan saatnya belajar. Jangan sampai seorang anak kurang pergaulan juga jangan sampai anak terlalu sering bergaul hingga melupakan saat belajarnya. Sebagai orang tua harus mengontrol anaknya sehingga jam untuk belajar lebih banyak dari pada bermain, dengan catatan istirahat juga harus diutamakan. Mungkin sebagian orang tua sudah menerapkan hal-hal tersebut, namun pada kenyataannya masih juga ada anak yang lolos dari pengawasan orang tua. Sebagai contoh misalnya seorang anak meminta izin orang tua untuk pergi les. Sebagai orang tua yang baik tidak mungkin melarang anaknya untuk pergi les. Tapi faktanya anak tersebut tidak benar-benar pergi ke tempat les melainkan bermain dengan teman-temannya. Hal yang terjadi seperti demikian apakah karena anak yang lebih senang bermain dari pada belajar ataukah salah orang tua dalam mendidik anak? Bagaimanakah kita menyikapinya?

1.2  RUMUSAN MASALAH

Faktor apa yang menyebabkan anak putus sekolah?

1.3  TUJUAN
mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan anak putus sekolah


















BAB II
PEMBAHASAN

            Kalau kita melihat mengapa anak putus sekolah tentunya tidak akan terlepas oleh beberapa hal yang mempengaruhi sehingga tidak bisa menyelesaikan sekolah. Wajar saja terjadi karena anak dihadapkan oleh beberapa kendala baik yang datang dari diri sendiri maupun maupun yang datang dari luar diri anak yaitu lingkungan.
            Hal-hal yang mempengaruhi anak itu antara lain adalah latar belakang pendidikan orang tua,lemahnya ekonomi keluarga,kurangnya minat anak untuk sekolah,kondisi lingkungan tempat tinggal anak,serta pandagan masyarakat terhadap pendidikan.
1.Latar Belakang Pendidikan Orang tua
            Pendidikan orang tua yang hanya tamat sekolah dasar palagi tidak tamat sekolah dasar,hal ini sangat berpengaruh terhadap cara berpikir orang tua untuk menyekolahkan anaknya,dan terhadap cara berpikir orangtua untuk menyekolahkan anaknya,dan cara pandangan orangtua tentu tidak sejauh dan seluas orangtua yang berpendidikan lebih tinggi.
Orangtua yang hanya tamat sekolah dasar atau tidak tamat cenderung kepada hal-hal tradisional dan kurang menghargai arti pentingnya pendidikan. Mereka menyekolahkan anakknya hanya sebatas bisa membaca dan menulis saja,karena mereka beranggapan sekolah hanya membuang waktu,tenaga  dan biaya,mereka juga beranggapan terhadap anak lebih baik ditujukan kepada hal-hal yang nyata bagi mereka,lagi pula sekolah harus melalui seleksi dan ujian yang di tempuh dengan waktu yang panjang dan amat melelahkan. Walaupun ada orangtua yang pendidikannya tidak tamat sekolah dasar namun anaknya bisa menjadi sarjana tetapi hal ini jarang sekali.
Latar belakang pendidikan orangtua yang rendah merupakan suatu hal yang mempebgaruhi anak sehingga menyebabkan anak menjadi putus sekolah dalam usia sekolah. Akan tetapi ada juga orang tua yang telah mengalami dan mengenyam pendidikan sampai ketingkat lanjutan dan bahkan sampai perguruan tinggi tetapi anaknya masih saja putus sekolah,maka dalam hal ini kita perlu memgkaitkannya dengan minat anak itu sendiri untuk sekolah.
2. Lemahnya Ekonomi Keluarga
            Kurangnya pendapatan keluarga menyebabkan orangtua terpaksa bekerja keras mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari,sehingga pedidikan anak kurang terperhatikan dengan baik dan bahkannmembantu orangtua dalam mencukupi keperluan pokok utuk makan sehari-hari misalnya anak  membantu orangtua kesawah karena dianggap meringankan beban orangtua,anak diajak ikut orangtua ketem[at kerja yang jauh dan meninggalkan sekolah dalam wktu yang cukup lama.Dan apalagi yang menjadi buruh tanpa tujuan untuk membantu pekejaan orangtua,setelah merasa enaknya membelanjakan uang hsil usaha sendiri akhirnya tidak terasa sekolahnya ditinggalkan begitu saja,anak perempuan disuruh mengasuh adiknya diwaktu ibu sibuk bekerja.
Hal-hal tersebut diatas sangat mempengaruhi anak dalam mecapai suksesnya bersekolah. Pendapat keluarga yang serba kekurangan juga menyebabkan kurangnya perhatian orangtua terhadap anak karena tiap harinya hanya memikir bagaimana caranya agar keperluan keluarga bisa ter penuhi apalagi harus meninggalkan keluarga untuk berusaha menempuh waktu berbulan-bulan bahkan kalau sampai tahunan,hal ini tentu pendidikan anak terabaikan.
Lemahnya ekonomi keluarga juga karena banyaknya jumlah anggota keluarga yang menyebabkan kepala keluarga menjadi sibuk untuk mecukupi keperluan keluarga dan juga menyebabkan kurangnya perhatian orangtua terhadap pendidikan anak-anaknya.
3. Kurangnya Minat Anak untuk Bersekolah
               Yang meyebabkan anak putus sekolah bukan hanyadisebabkan  latar belakang  pendidikan orangtua,juga lemahnya ekonomi keluarga tetapi juga datang dari dirinya sendiri yaitu kurangnya minat anak untuk bersekolah atau melanjutkan sekolah.
Anak usia wajib belajar semestinya menggebu-gebu ingin menuntut ilmu pengetahuan namun karena sudah terpengaruh oleh lingkungan yang kuranmg baik terhadap perkembangan pendidikan anak,sehingga minat anak untuk bersekolah kurang mendapat perhatian sebagaimana mestinya,adapun yang menyebabkan anak kurang berminat untuk bersekolah adalah : anak kurang mendapat perhatian dari orangtua terutama tentang pendidikannya,juga karena kurangnya orang-orang terpelajar sehingga yang mempengaruhi anak kebanyakan adalah orang yang tidak sekolah sehingga minat anak untuk sekolah sangat kurang.
            Anak seusia wajib belajar sudah kenal mengenal bahkan sudah mampu untuk mencari uang terutama untuk keperkuannya sendiri seperti jajan dll. Hal ini tentu akan mempengaruhi terhadap cara dan sikap anak dalam bertindak dan berbuat. Karena sudah mencari uang sendiri dan merasakan enaknya membelanjakan uang akhirnya tanpa terasasekolah ditinggalkan begitu saja.
            Sekolah harus belajar dengan sungguh-sungguh dan anak berada disekolah hampir setengah hari penuh tanpa sedikitpun menghasilkan uang dan bahkan harus mengeluarkan uang karena keperluan sekolah dan jajan secukupnya. Hal ini yang menyebabkan mereka malas untuk bersekolah.Selain itu tinggi rendahnya minat untuk meneruskan sekolahnya juga dipengaruhi oleh prestasi belajar anak itu sendiri. Anak yang berpresatsi belajarnya rendah,tentu tidak naik kelas. Artinya anak tatap tinggal dikelas,dengan harapan agar dia dapat meningkatkan presatasinya.
Anak didik yang gagal dalam belajar dan tidak naik kelas ada dua kemungkinan yang terjadi pada dirinya. Pertama dia akan merasa malu terhadap teman-teman dan dan guru disekolah karena ia tidak bisa seperti teman-temannya,maka ia malas pergi kesekolah. Kedua yaitu kegagalan dalam belajar akan menjadi cambuk baginya untuk belajar lebih giat dan rajin agar agar dapat menandingi teman-temannya dan kalau bisa lebih baik/tinggi dari teman-temannya semula.
Tetapi sangat disayangkam,kemungkinan yang kedua ini jarang terjadi pada diri anak didik. Yang sering terjadi adalah kemungkinan pertama ,bila gagal dalam belajar maka anak akan malas pergi kesekolah dan meninggalkan sekolahnya yang belum selesai.
4. Kondisi Tempat Tinggal Anak
            Lingkungan tempat tinggal anak adalah salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kegiatan dan proses belajar/pendidikan. Oleh sebab itu seyogyanya lingkungan tempat tinggalanak atau lingkungan masyarakat ini dapat berperan dan ikut serta di dalam membina kepribadian anak-anak kearah yang lebih positif.
Untuk membina anak kearah yang lebih positif dan bermanfaat adalah denganadanya saling berhubungan satu dengan yang lainnya,sehingga anak timbul saling pengaruh dengan proses pendidikan akan berjalan dengan lancar dan baik.
Adanya saling kontak dan berhubungan memang sangat baik, karena akan membuka wawasan pikiran kearah yang lebih maju,membantu kegiatan belajar dll. Itu kalau kita lihat dari segi positifnya. Tetapi sebaliknya berhubungan juga akan menimbulkan hal-hal yang negatif bila si anak akan terpengaruh kepada hal-hal yang kurang baik,dalam hal akan mengakibatakan kegagalan dalam sekolah.
Pengaruh-pengaruh yang negatif inilah yang harus kita hilangkan didalam masyarakat dengan begitu akan membantu suksesnya pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah.lingkungan tempat tinggal atau lingkungan masyarakat,kawan sepergaulan,juga ikut serta memotivasi terlakasana kegiatan belajar anak.
a.Suasana lingkungan

                                    suasana lingkungan sebenarnya sangat mempengaruhi proses belajar mengajar bagi anak. Lingkungan yang tenteran,nyaman,damai akan mempunyai pengaruh yang baik kepada anak. Sebaliknya lingkungan yang ribut,tidak aman,hingar bingar akan menimbulkan pengaruh yang negatif terhadap kelangsungsn proses belajar  anak di sekolah.

                                    Adanya suasana lingkungan masyarakat yang kurang baik, akan mengganggu anak dalam belajar dan secara langsung akan mempengaruhi prestasi belajar yang diperoleh disekolah. Bisa juga disebabkan suasana yang ribut tapi menyenangkan hati anak,akan akan terpengaruh dan ikut serta di dalamnya dan ia lupa bahwa dirinya seorang pelajar.
Seorang pelajar tidak pantas melakukan hal-hal yang negatif,karena akan merugikan,tugas pelajar adalah belajar,agar suatu hari nati menjadi orangyang bermanfaat bagi banyak orang.
b. kawan sepergaulan
            kita sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri,karena kita membutukan manusia yang lain. Kebanyakan manusia bila mencari teman yang sebanding dengannya, maksudnya kalau anak berteman dengan anak orangtua dengan orang tuatua pula. Karena hal ini didasari oleh adanya persamaan-persamaan antara individu yang satu dengan individu yang lain.
            Bagaimanapun  juga adanya pergaulan ini mempunyai pengaruh terhadap sikap,tingkah laku,dsn cara bertindak dan lain sebagainya darin setiap individu. Dimana pengaruh tersebut ada yang bersifat positif dan ada puloa yang bersifat negatif.
1.      Yang bersifat positif

Bergaul dan berteman dengan orang yang berpendidikan dan berilmu pengetahuan yang lebih dari kit,akan mendapatkan manfaat kapada kita khususnya,dan akn membantu dan memotivasi kita dalam belajr menuntut ilmu. Bila kita menemui kesulitan akan mudah bertanya/minta bimbingan kepada mereka yang lebih tahu.

Selain itu,bergaul dengan orang yang berpengetahuan juga mendatangkan ketentraman,karena diri kita bisa merasa dapat di terima oleh lingkungan dimana kita tinggal. Dengan demikian terjalin kerja sama bantu membantu antara sesamanya didalam mensukseskan pembangunan,khususnya  dalam bidang pendidikan.



2.      Yang bersifat negatif
Bergaul dengan orang abik bisa mendatangkan pengaruh positif
dan negatif.

Pengaruh negatif tersebut antara lain :
·          Bila seorang anak didik mempunyai kawan sepergaulan nrata-rata tidaksekolah,maka sedikit banyaknya akan mempengaruhi kepada si anak. Khususnya yang berhubungan dengan klangsungan dan kelancaran pendidikan anak disekoakh,atau akan mengganggu belajar anak dirymah, seperti kawannya mengajk jalan-jalan,ngbrol-ngobrol dll hingga tidak ingat waktu belajar.

·         Bila anak didik bergaul dengan anak yang tidak bermoral/akhlak yang tidak baik,pada suatu saat nanti akan terpengaruh dan turu melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik,disebabkan setia kawan dll yang dapat menjerumus anak didik. Dan akhirnya akan mengganggu pelajar di sdekolah,kemudian putus sekolah.
5. pandangan masyarakat terhadap pendidikan

            Pandangan masyarakat terhadap pendidikan juga berpengaruh terhadap keberhasialan anak dalam menempuh pendidikan di bangku sekolah.
Pandangan masyarakat yang maju tentu berbeda dengan masyarakat yang keterbelakangan dan tradisional, masyarakat yang maju tentu pendidikan mereka majumpula,demikian pula ank-anak mereka akan menjadi bertambah maju pula pendidikannya dibandingkan dengan orangtua mereka.

            Maju mundurnya suatu masyarakat,bangsa dan negara juga ditentukan dengan maju mundurnya pendidikan yang dilaksanakan.
Pada umumnya masyarakat yang terbelakang atau masyarakat tradisional mereka kurang memahami arti pentingya pendidikan,sehingga kebanyakan anak-anak mereka tidak sekolah dan kalayu sekolah kebanyakan putus di tengah jalan.

            Hal tersebut bisa terjadi karena mereka beranggapan sekolah sangat sulit,merasa tidak mampu,mempengaruhi,buang waktu banyak,lebih baik baik bekerja sejak anak-anak ajakan membantu orangtua,tujuan sekolah sekedar bisa membaca dan menulis,juga karaean anggapan mereka tujuan akhir dari sekolah adalah untuk menjadi pegawai negeri,hali ni tentu karena kurang memahami arti,fungsi,dan tujuan pendidikan nasional.
Masyarakat yang tradisional kalu mereka memahami fungsi dan tujuan pendidikan nasional pada akhirnya akan menjadi masyarakat yang maju dan berkembang.
           
            Masyarakat yang terpencil atau masyarakat yang tradisional juga beranggapan bahwa sekolah itu pada dasarnya sedikit sekali yang sesuai dengan kehendak mereka,misalnya begitu tamat sekolah langsung mendapatkan pekerjaan,sekolah hendaknya tidak memerlukan biaya yang banyak,dan tidak memerlukan waktu yang sama.

            Hal tersebut ada hubungan dengan pendapat seorang ahli sosiologi yang bernama Surjadi,A.dalam bukunya yang berjudul pembangunan masyarakat pedesaan,mengemukakan”sekolah itu pada intinya merupakan lembaga asing yang sedikit saja relevansinya langsung dengan kegiatan masyarakat”.
            Mungkin kalau pendidikan itu sesuai dengan kehendak mereka maka masyarakatpun juga akan mendukungnya,namun semua itu hanya keinginan mereka tanpa harus berjuang dan berusaha secara semaksimal.



BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
            Adapun faktor yang menyebabkan anak putus sekolah adalah :
1.      Latar belakang pendidikan orang tua
2.      Lemahnya ekonomi keluarga
3.      Kurangnya minat anak untuk bersekolah
4.      Kondisi tempat tinggal anak
5.      Pandangan masyarakat terhadap pendidikan

3.2 SARAN
            Mengingat masih rendahnya pendidikan indonesia, untuk itu kita sebagai penerus bangsa hendaknya lebih giat lagi belajar dan berbagi ilmu yang bermanfaat untuk orang lain dan menyadari pentingnya pendidikan ,karena dengan pendidikanlah kita bisa mengeluarkan ide-ide yang kreatif,melakukan hal yang tidak tahu menjadi tahu.





DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2001.faktor penyebab anak putus sekolah.http:// faktor penyebab anak 
            Putus sekolah. Html   

penyebab.html
http//www.google.com