MAKALAH
DASAR DASAR MIPA
“FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH”

NIM : A1C311047
DOSEN
PENGAMPU : Dra. Jufrida.M,si
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2012/2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena
berkat rahmat-Nya saya bisa
menyelesaikan makalah yang berjudul “faktor penyebab anak putus sekolah”.
Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Dasar Dasar Mipa.
Makalah ini
masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan
makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi anak didik dan
masyarakat tentang pentingnya pendidikan.
Halaman judul
Kata pengantar.............................................................................................i
Daftar isi......................................................................................................ii
BAB 1 PENDAHULUAN..........................................................................1
1.1 Rumusan
Masalah.....................................................................2
1.2 Tujuan .....................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................3
Faktor yang menyebabkan
anak putus sekolah
BAB III PENUTUP...................................................................................8
3.1 kesimpulan...............................................................................8
3.2 saran.........................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA................................................................................iii
BAB 1
PENDAHULUAN
Indonesia kian tahun kian menurun tingkat kecerdasan SDM. Hal ini
disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya tingkat pergaulan yang semakin
bebas, hampir tanpa ada norma atau ikatan yang mengikat suatu pergaulan. Dalam pergaulan bebas ini banyak sekali dampak sosial yang bersifat
negatif. Salah satu contoh yaitu banyaknya pelajar perempuan yang hamil di luar
nikah. Ketika seorang gadis hamil di luar nikah ada kecenderungan pada dirinya
untuk mengucilkan dirinya sendiri sehingga karena merasa terkucil akibat hamil
di luar nikah pendidikanpun terhambat.
Oleh karena itu peran orang
tua dalam mengontrol pergaulan anak-anaknya sangatlah penting demi masa depan
anak-anaknya dan bangsa ini. Maksudnya bukan berarti orang tua harus selalu
mengikuti kemana saja anaknya pergi bergaul, melainkan dengan jalan memberikan
pengetahuan tentang batasan-batasan dalam bergaul dan memberitahukan akibat
dari pergaulan yang bebas. Selain itu orang tua juga dapat membatasi jam
bergaul anak dan membekali anak dengan pendidikan agama berupa iman. Membatasi
jam bergaul anak bukan berarti mengekang anak untuk tidak bergaul melainkan
dapat dilakukan dengan jalan menerapkan pada anak tentang kedisiplinan. Seorang
anak harus tahu dan mengerti kapan saatnya bergaul atau bermain dan kapan
saatnya belajar. Jangan sampai seorang anak kurang pergaulan juga jangan sampai
anak terlalu sering bergaul hingga melupakan saat belajarnya. Sebagai orang tua
harus mengontrol anaknya sehingga jam untuk belajar lebih banyak dari pada
bermain, dengan catatan istirahat juga harus diutamakan. Mungkin sebagian orang
tua sudah menerapkan hal-hal tersebut, namun pada kenyataannya masih juga ada
anak yang lolos dari pengawasan orang tua. Sebagai contoh misalnya seorang anak
meminta izin orang tua untuk pergi les. Sebagai orang tua yang baik tidak
mungkin melarang anaknya untuk pergi les. Tapi faktanya anak tersebut tidak
benar-benar pergi ke tempat les melainkan bermain dengan teman-temannya. Hal
yang terjadi seperti demikian apakah karena anak yang lebih senang bermain dari
pada belajar ataukah salah orang tua dalam mendidik anak? Bagaimanakah kita
menyikapinya?
1.2 RUMUSAN
MASALAH
Faktor apa
yang menyebabkan anak putus sekolah?
1.3 TUJUAN
mengetahui faktor-faktor apa
saja yang menyebabkan anak putus sekolah
BAB II
PEMBAHASAN
Hal-hal
yang mempengaruhi anak itu antara lain adalah latar belakang pendidikan orang
tua,lemahnya ekonomi keluarga,kurangnya minat anak untuk sekolah,kondisi
lingkungan tempat tinggal anak,serta pandagan masyarakat terhadap pendidikan.
1.Latar
Belakang Pendidikan Orang tua
Pendidikan
orang tua yang hanya tamat sekolah dasar palagi tidak tamat sekolah dasar,hal
ini sangat berpengaruh terhadap cara berpikir orang tua untuk menyekolahkan
anaknya,dan terhadap cara berpikir orangtua untuk menyekolahkan anaknya,dan
cara pandangan orangtua tentu tidak sejauh dan seluas orangtua yang
berpendidikan lebih tinggi.
Orangtua yang hanya tamat
sekolah dasar atau tidak tamat cenderung kepada hal-hal tradisional dan kurang
menghargai arti pentingnya pendidikan. Mereka menyekolahkan anakknya hanya sebatas
bisa membaca dan menulis saja,karena mereka beranggapan sekolah hanya membuang
waktu,tenaga dan biaya,mereka juga
beranggapan terhadap anak lebih baik ditujukan kepada hal-hal yang nyata bagi
mereka,lagi pula sekolah harus melalui seleksi dan ujian yang di tempuh dengan
waktu yang panjang dan amat melelahkan. Walaupun ada orangtua yang pendidikannya
tidak tamat sekolah dasar namun anaknya bisa menjadi sarjana tetapi hal ini
jarang sekali.
Latar belakang
pendidikan orangtua yang rendah merupakan suatu hal yang mempebgaruhi anak
sehingga menyebabkan anak menjadi putus sekolah dalam usia sekolah. Akan tetapi
ada juga orang tua yang telah mengalami dan mengenyam pendidikan sampai
ketingkat lanjutan dan bahkan sampai perguruan tinggi tetapi anaknya masih saja
putus sekolah,maka dalam hal ini kita perlu memgkaitkannya dengan minat anak
itu sendiri untuk sekolah.
2.
Lemahnya Ekonomi Keluarga
Kurangnya
pendapatan keluarga menyebabkan orangtua terpaksa bekerja keras mencukupi
kebutuhan pokok sehari-hari,sehingga pedidikan anak kurang terperhatikan dengan
baik dan bahkannmembantu orangtua dalam mencukupi keperluan pokok utuk makan
sehari-hari misalnya anak membantu
orangtua kesawah karena dianggap meringankan beban orangtua,anak diajak ikut
orangtua ketem[at kerja yang jauh dan meninggalkan sekolah dalam wktu yang
cukup lama.Dan apalagi yang menjadi buruh tanpa tujuan untuk membantu pekejaan
orangtua,setelah merasa enaknya membelanjakan uang hsil usaha sendiri akhirnya
tidak terasa sekolahnya ditinggalkan begitu saja,anak perempuan disuruh
mengasuh adiknya diwaktu ibu sibuk bekerja.
Hal-hal tersebut diatas
sangat mempengaruhi anak dalam mecapai suksesnya bersekolah. Pendapat keluarga
yang serba kekurangan juga menyebabkan kurangnya perhatian orangtua terhadap
anak karena tiap harinya hanya memikir bagaimana caranya agar keperluan
keluarga bisa ter penuhi apalagi harus meninggalkan keluarga untuk berusaha
menempuh waktu berbulan-bulan bahkan kalau sampai tahunan,hal ini tentu
pendidikan anak terabaikan.
Lemahnya ekonomi
keluarga juga karena banyaknya jumlah anggota keluarga yang menyebabkan kepala
keluarga menjadi sibuk untuk mecukupi keperluan keluarga dan juga menyebabkan
kurangnya perhatian orangtua terhadap pendidikan anak-anaknya.
3.
Kurangnya Minat Anak untuk Bersekolah
Yang meyebabkan anak putus
sekolah bukan hanyadisebabkan latar
belakang pendidikan orangtua,juga
lemahnya ekonomi keluarga tetapi juga datang dari dirinya sendiri yaitu
kurangnya minat anak untuk bersekolah atau melanjutkan sekolah.
Anak usia wajib belajar
semestinya menggebu-gebu ingin menuntut ilmu pengetahuan namun karena sudah
terpengaruh oleh lingkungan yang kuranmg baik terhadap perkembangan pendidikan
anak,sehingga minat anak untuk bersekolah kurang mendapat perhatian sebagaimana
mestinya,adapun yang menyebabkan anak kurang berminat untuk bersekolah adalah :
anak kurang mendapat perhatian dari orangtua terutama tentang
pendidikannya,juga karena kurangnya orang-orang terpelajar sehingga yang
mempengaruhi anak kebanyakan adalah orang yang tidak sekolah sehingga minat
anak untuk sekolah sangat kurang.
Anak seusia wajib belajar sudah
kenal mengenal bahkan sudah mampu untuk mencari uang terutama untuk
keperkuannya sendiri seperti jajan dll. Hal ini tentu akan mempengaruhi
terhadap cara dan sikap anak dalam bertindak dan berbuat. Karena sudah mencari
uang sendiri dan merasakan enaknya membelanjakan uang akhirnya tanpa
terasasekolah ditinggalkan begitu saja.
Sekolah harus belajar dengan
sungguh-sungguh dan anak berada disekolah hampir setengah hari penuh tanpa
sedikitpun menghasilkan uang dan bahkan harus mengeluarkan uang karena
keperluan sekolah dan jajan secukupnya. Hal ini yang menyebabkan mereka malas
untuk bersekolah.Selain itu tinggi rendahnya minat untuk meneruskan sekolahnya
juga dipengaruhi oleh prestasi belajar anak itu sendiri. Anak yang berpresatsi
belajarnya rendah,tentu tidak naik kelas. Artinya anak tatap tinggal
dikelas,dengan harapan agar dia dapat meningkatkan presatasinya.
Anak didik yang gagal
dalam belajar dan tidak naik kelas ada dua kemungkinan yang terjadi pada
dirinya. Pertama dia akan merasa malu terhadap teman-teman dan dan guru
disekolah karena ia tidak bisa seperti teman-temannya,maka ia malas pergi
kesekolah. Kedua yaitu kegagalan dalam belajar akan menjadi cambuk baginya
untuk belajar lebih giat dan rajin agar agar dapat menandingi teman-temannya
dan kalau bisa lebih baik/tinggi dari teman-temannya semula.
Tetapi sangat
disayangkam,kemungkinan yang kedua ini jarang terjadi pada diri anak didik.
Yang sering terjadi adalah kemungkinan pertama ,bila gagal dalam belajar maka
anak akan malas pergi kesekolah dan meninggalkan sekolahnya yang belum selesai.
4.
Kondisi Tempat Tinggal Anak
Lingkungan
tempat tinggal anak adalah salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya
kegiatan dan proses belajar/pendidikan. Oleh sebab itu seyogyanya lingkungan
tempat tinggalanak atau lingkungan masyarakat ini dapat berperan dan ikut serta
di dalam membina kepribadian anak-anak kearah yang lebih positif.
Untuk membina anak kearah yang lebih positif dan
bermanfaat adalah denganadanya saling berhubungan satu dengan yang
lainnya,sehingga anak timbul saling pengaruh dengan proses pendidikan akan
berjalan dengan lancar dan baik.
Adanya saling kontak dan berhubungan memang sangat
baik, karena akan membuka wawasan pikiran kearah yang lebih maju,membantu
kegiatan belajar dll. Itu kalau kita lihat dari segi positifnya. Tetapi
sebaliknya berhubungan juga akan menimbulkan hal-hal yang negatif bila si anak
akan terpengaruh kepada hal-hal yang kurang baik,dalam hal akan mengakibatakan
kegagalan dalam sekolah.
Pengaruh-pengaruh yang negatif inilah yang harus
kita hilangkan didalam masyarakat dengan begitu akan membantu suksesnya
pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah.lingkungan tempat tinggal atau
lingkungan masyarakat,kawan sepergaulan,juga ikut serta memotivasi terlakasana
kegiatan belajar anak.
a.Suasana lingkungan
suasana lingkungan sebenarnya
sangat mempengaruhi proses belajar mengajar bagi anak. Lingkungan yang
tenteran,nyaman,damai akan mempunyai pengaruh yang baik kepada anak. Sebaliknya
lingkungan yang ribut,tidak aman,hingar bingar akan menimbulkan pengaruh yang
negatif terhadap kelangsungsn proses belajar
anak di sekolah.
Adanya suasana lingkungan
masyarakat yang kurang baik, akan mengganggu anak dalam belajar dan secara
langsung akan mempengaruhi prestasi belajar yang diperoleh disekolah. Bisa juga
disebabkan suasana yang ribut tapi menyenangkan hati anak,akan akan terpengaruh
dan ikut serta di dalamnya dan ia lupa bahwa dirinya seorang pelajar.
Seorang pelajar tidak pantas melakukan hal-hal yang
negatif,karena akan merugikan,tugas pelajar adalah belajar,agar suatu hari nati
menjadi orangyang bermanfaat bagi banyak orang.
b.
kawan sepergaulan
kita
sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri,karena kita membutukan manusia
yang lain. Kebanyakan manusia bila mencari teman yang sebanding dengannya,
maksudnya kalau anak berteman dengan anak orangtua dengan orang tuatua pula.
Karena hal ini didasari oleh adanya persamaan-persamaan antara individu yang
satu dengan individu yang lain.
Bagaimanapun
juga adanya pergaulan ini mempunyai
pengaruh terhadap sikap,tingkah laku,dsn cara bertindak dan lain sebagainya
darin setiap individu. Dimana pengaruh tersebut ada yang bersifat positif dan
ada puloa yang bersifat negatif.
1.
Yang
bersifat positif
Bergaul dan berteman dengan orang yang
berpendidikan dan berilmu pengetahuan yang lebih dari kit,akan mendapatkan
manfaat kapada kita khususnya,dan akn membantu dan memotivasi kita dalam belajr
menuntut ilmu. Bila kita menemui kesulitan akan mudah bertanya/minta bimbingan
kepada mereka yang lebih tahu.
Selain itu,bergaul dengan orang yang
berpengetahuan juga mendatangkan ketentraman,karena diri kita bisa merasa dapat
di terima oleh lingkungan dimana kita tinggal. Dengan demikian terjalin kerja
sama bantu membantu antara sesamanya didalam mensukseskan
pembangunan,khususnya dalam bidang
pendidikan.
2.
Yang
bersifat negatif
Bergaul dengan orang
abik bisa mendatangkan pengaruh positif
dan negatif.
Pengaruh negatif tersebut antara lain :
·
Bila seorang anak didik mempunyai kawan
sepergaulan nrata-rata tidaksekolah,maka sedikit banyaknya akan mempengaruhi
kepada si anak. Khususnya yang berhubungan dengan klangsungan dan kelancaran
pendidikan anak disekoakh,atau akan mengganggu belajar anak dirymah, seperti
kawannya mengajk jalan-jalan,ngbrol-ngobrol dll hingga tidak ingat waktu
belajar.
·
Bila anak didik bergaul dengan anak yang
tidak bermoral/akhlak yang tidak baik,pada suatu saat nanti akan terpengaruh
dan turu melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik,disebabkan setia kawan
dll yang dapat menjerumus anak didik. Dan akhirnya akan mengganggu pelajar di
sdekolah,kemudian putus sekolah.
5. pandangan
masyarakat terhadap pendidikan
Pandangan
masyarakat terhadap pendidikan juga berpengaruh terhadap keberhasialan anak
dalam menempuh pendidikan di bangku sekolah.
Pandangan masyarakat yang maju tentu berbeda dengan
masyarakat yang keterbelakangan dan tradisional, masyarakat yang maju tentu
pendidikan mereka majumpula,demikian pula ank-anak mereka akan menjadi
bertambah maju pula pendidikannya dibandingkan dengan orangtua mereka.
Maju
mundurnya suatu masyarakat,bangsa dan negara juga ditentukan dengan maju
mundurnya pendidikan yang dilaksanakan.
Pada umumnya masyarakat yang terbelakang atau masyarakat
tradisional mereka kurang memahami arti pentingya pendidikan,sehingga
kebanyakan anak-anak mereka tidak sekolah dan kalayu sekolah kebanyakan putus
di tengah jalan.
Hal
tersebut bisa terjadi karena mereka beranggapan sekolah sangat sulit,merasa tidak
mampu,mempengaruhi,buang waktu banyak,lebih baik baik bekerja sejak anak-anak
ajakan membantu orangtua,tujuan sekolah sekedar bisa membaca dan menulis,juga
karaean anggapan mereka tujuan akhir dari sekolah adalah untuk menjadi pegawai
negeri,hali ni tentu karena kurang memahami arti,fungsi,dan tujuan pendidikan
nasional.
Masyarakat yang tradisional kalu mereka memahami
fungsi dan tujuan pendidikan nasional pada akhirnya akan menjadi masyarakat
yang maju dan berkembang.
Masyarakat
yang terpencil atau masyarakat yang tradisional juga beranggapan bahwa sekolah
itu pada dasarnya sedikit sekali yang sesuai dengan kehendak mereka,misalnya
begitu tamat sekolah langsung mendapatkan pekerjaan,sekolah hendaknya tidak
memerlukan biaya yang banyak,dan tidak memerlukan waktu yang sama.
Hal
tersebut ada hubungan dengan pendapat seorang ahli sosiologi yang bernama
Surjadi,A.dalam bukunya yang berjudul pembangunan masyarakat
pedesaan,mengemukakan”sekolah itu pada intinya merupakan lembaga asing yang
sedikit saja relevansinya langsung dengan kegiatan masyarakat”.
Mungkin
kalau pendidikan itu sesuai dengan kehendak mereka maka masyarakatpun juga akan
mendukungnya,namun semua itu hanya keinginan mereka tanpa harus berjuang dan
berusaha secara semaksimal.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Adapun
faktor yang menyebabkan anak putus sekolah adalah :
1. Latar belakang pendidikan orang tua
2. Lemahnya ekonomi keluarga
3. Kurangnya minat anak untuk bersekolah
4. Kondisi tempat tinggal anak
5. Pandangan masyarakat terhadap pendidikan
3.2 SARAN
Mengingat
masih rendahnya pendidikan indonesia, untuk itu kita sebagai penerus bangsa
hendaknya lebih giat lagi belajar dan berbagi ilmu yang bermanfaat untuk orang
lain dan menyadari pentingnya pendidikan ,karena dengan pendidikanlah kita bisa
mengeluarkan ide-ide yang kreatif,melakukan hal yang tidak tahu menjadi tahu.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2001.faktor penyebab anak putus sekolah.http://
faktor penyebab anak
Putus
sekolah. Html
penyebab.html
http//www.google.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar